pojok saya

Dalam Pojok Saya berisi pengalaman saya dalam berkerja menjadi PNS, dimana saya harus berpindah-pindah dari satu kota ke kota lain akibat konsekuensi dari pekerjaan.

1. Berkerja di Kabupaten Biak Numfor, Papua (KP PBB Biak)

Saya datang ke Biak Numfor pada tanggal 20 Januari 2004 dengan mengunakan pesawat Merpati dengan harga tiket Rp. 2 juta, padahal pada saat itu status saya masih CPNS dan belum mendapatkan uang pindah, tapi mau bagaimana lagi saya tetep harus berangkat.

Jam 05.00 WIT tanggal 21 Januari 2004, saya akhirnya menginjakan kaki saya ke tanah papua. Saya dijemput oleh Kasubag Umum, setelah itu saya ditempatkan dirumah dinas bersama 2 pegawai lainnya. Rumah dinasnya lumayan bagus tapi ada kerusakan di kamar mandinya, air di kamar mandi nggak bisa mengalir dengan lancar, mau bagaimana lagi akhirnya saya pun mandi di kamar mandi tersebut.

Setelah mandi saya pun pergi ke kantor untuk melapor kedatangan saya ke kepala kantor, kepala kantor pada saat itu adalah Pak Aunila (sekarang udah pensiun), ternyata pak aunila sama seperti saya, yaitu keturunan arab bedanya pak aunila bermarga alkatiri sedangkan saya bawasier.

Setelah menghadap saya ditempatkan di seksi penetapan, kasi penetapan saat itu adalah Tities Eko Saputra, korlak p3 max upenawany, pelaksa daud pikey (almarhum). Saya menghadap ke kasi saya, lalu dia menawarkan saya agar tinggal ama dia, karena menurut pandangan saya, p tities ini orang yang tahan banting maka saya ingin belajar dari dia agar bisa menghadapi kehidupan di papua ini, akhirnya saya pun tinggal satu rumah ama kasi saya.

Bersama saya kasi saya, banyak pelajaran yang bisa saya ambil, bagaimana kita bisa tangguh menghadapi kehidupan di papua, dari beliau saya banyak mempunyai temen. Saya mulai mengenal maen tenis lapangan. Dari maen tenis lapangan saya banyak mengenal temen-temen dari KPPN, Bea Cukai dan instansi lainnya.

Karena di bulan juni 2004 saya akan nikah maka saya harus cari rumah, dari temen bea cukai akhirnya saya dapat rumah, walaupun tiap bulan harus bayar 100rb tapi nggak masalah. Dari rapelan uang pindah dan gaji, saya mulai beli barang-barang kebutuhan rumah tangga, karena saya harus mengajak calon istri saya ke Biak tuk ikut saya, padahal pada waktu itu calon istri saya udah bekerja di kalbe farma dengan gaji 5jt, tapi demi saya akhirnya calon istri saya pun keluar. Saya beli barang dari orang yang pindah, kebetulan ada pegawai Merpati yang pindah dan barang-barangnya dijual, maka barang pun saya beli. Perabotan yang saya beli adalah tv, kasur, kulkas dan motor (itu barang yang beli dari orang lain) sedangkan yang dibeli baru adalah karpet dan parabola saja.

Pada akhir bulan mei 2004, saya cuti untuk melangsungkan pernikahan pada bulan Juni,pada tanggal 12 Juni 2004 akhirnya saya menikah dengan istri saya, pada saat itu ternyata ada mutasi eselon 3, pergantian dari Pak Aunilla ke Pak Bambang Widiasmoro, saya nelpon kasi saya, enaknya saya gimana…Pak tities menyuruh saya untuk cepet pulang agar berkenalan dengan kepala kantor yang baru. 2 minggu setelah nikah, saya pun kembali ke biak bersama dengan istri saya. Pada saat itu saya mendapatkan cerita dari temen-temen bea cukai bahwa saya harus hati-hati dengan tetangga saya yang merupakan orang Papua, makanya untuk itu saya super protektif kepada istri saya, istri saya pun protes dan istri saya bilang bahwa orang itu harus didekati dengan baik pasti mereka pun baik.

Akhirnya istri saya pun coba mendekati mereka dengan cara memberi mereka makanan yang kita buat, seperti pisang goreng, bakwan dan lain-lain. Dengan pendekatan tersebut ternyata berhasil dan cerita-cerita tentang mereka adalah salah. Tetangga saya lah yang menjaga rumah saya apabila saya dinas luar, kekurangan mereka adalah suka mabuk, dan pas mabuk mereka berteriak-teriak sehingga membuat kita kaget, mereka mabuk biasanya jam 03.00 pagi, tetapi mereka tidak merusak rumah saya cuman kita kaget akan teriakan mereka.

Kegiatan saya setelah pulang kantor biasanya saya maen tenis dilapangan keuangan bersama temen-temen dari KPPN dan Bea Cukai. Kalo malam biasanya saya jalan-jalan ama istri tuk berwisata kuliner. Ternyata makanan di biak enak-enak juga, seperti ikan bakar di depan BNI (yang punya bernama chika), soto balungan ayam kampung, tahu tek, dan banyak lagi. Di Biak hanya ada dua supermarket yang besar, yaitu Hadi supermarket (2 lantai) dan Indah supermarket (1 lantai).




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.